batampos – Nelayan di wilayah perbatasan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan laut Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
Selain mencari nafkah di laut, nelayan juga menjadi pihak yang paling mengetahui kondisi perairan, termasuk aktivitas mencurigakan di kawasan perbatasan dan Outer Port Limit (OPL).
Kapolda Kepri Asep Safrudin mengatakan keberadaan nelayan sangat penting dalam membantu memantau aktivitas ilegal di laut, mulai dari penyelundupan hingga pergerakan kapal asing mencurigakan.
Baca Juga: Surga Belanja Rakyat, 5 Pasar Tradisional Favorit di Kota Batam
“Nelayan ini sebenarnya bagian penting dari pertahanan negara. Mereka tiap hari ada di laut dan tahu kondisi wilayah perairan,” ujar Asep Safrudin, Minggu (17/5).
Namun di balik peran penting tersebut, nelayan juga menjadi kelompok yang rentan dimanfaatkan jaringan kejahatan internasional, terutama sindikat narkoba.
Menurut Kapolda, keterbatasan ekonomi dan minimnya pemahaman hukum membuat sebagian nelayan mudah dijebak untuk membawa barang ilegal tanpa mengetahui isi sebenarnya.
Modus yang kerap digunakan pelaku, kata dia, yakni menitipkan sebuah paket atau kantong kepada nelayan dengan imbalan tertentu untuk dibawa ke daratan.
“Nelayan di sini melaut hingga ke perairan OPL. Rawan sekali, nanti ada orang mau titip barang sekantong, tidak tahunya isinya narkoba,” katanya.
Baca Juga: Kapolri: Polri Sudah Miliki 1.376 Dapur MBG, Layani 3,44 Juta Orang
Asep mengungkapkan banyak nelayan akhirnya harus berhadapan dengan hukum karena menerima barang titipan dari orang yang tidak dikenal.
Bahkan, Polda Kepri baru-baru ini mengamankan tiga nelayan yang terseret kasus narkoba dengan pola serupa.
“Baru-baru ini kami amankan tiga orang nelayan. Kita kasihan sama mereka,” ujarnya.
Menurut dia, sebagian nelayan yang terlibat sebenarnya bukan pelaku utama, melainkan hanya dimanfaatkan oleh jaringan yang lebih besar untuk menghindari pantauan aparat.
Karena itu, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir agar lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di laut.
Baca Juga: Berawal Senggolan Saat Joget, Prajurit TNI Tembak Sesama Tentara hingga Tewas
Kapolda menegaskan nelayan tidak boleh sembarangan menerima titipan barang, terlebih dari orang yang baru dikenal atau tidak memiliki identitas jelas.
“Kalau ada yang mencurigakan segera laporkan. Jangan takut. Polisi, TNI AL, dan instansi terkait siap membantu masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat pesisir ikut menjaga wilayah perbatasan dengan memperkuat komunikasi bersama aparat keamanan agar perairan Kepri tidak dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkoba internasional.
Di akhir keterangannya, Asep berharap nelayan tetap menjadi garda terdepan penjaga laut Indonesia dengan tetap mengutamakan kewaspadaan agar tidak menjadi korban jaringan kejahatan lintas negara. (*)
Editor : M Tahang